Dragonica Emoticon Happy Tongue Artikel Remaja

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 12 Juni 2013

emaja dan globalisasi

Budaya dalam eksistensi remaja ditengah-tengah globalisasi


Pemandangan yang sangat menakjubkan dalam kehidupan remaja saat ini adalah teknologi, dengan teknologi apapun terasa lebih mudah. Bahkan dari hal yang rumit hingga hal yang ringan pun terasa dapat teratasi dengan cepat. Memang betul, kita sebagai masyarakat dunia yang sedang hidup ditengah-tengah modernisasi globalisasi tak pantas rasanya jika ketinggalah dengan teknologi. Tapi pada kenyataannya saat ini, teknologi itu malahan disalah gunakan oleh para remaja, seperti internet, yang seharusnya menjadi media akses untuk lebih mendalami ilmu pengetahuan dan informasi malahan mereka gunakan untuk mengakses video blue film atau foto-foto yang tak senonoh. Ini menjadi suatu fenomena yang sudah biasa dikalangan remaja, walaupun hanya sebagian kecil saja yang masih menyadari bahwa itu tidaklah benar.

Jika kita kaitkan dengan budaya, sangat banyak hal yang dapat kita cermati dan bahas dari permasalahan tersebut. Teknologi dan globalisasilah yang menjadi factor utama bergesernya kesadaran remaja khususnya di denpasar dalam melestarikan budaya bali. Semakin cepatnya akses informasi yang tidak tersaring oleh nilai-nilai pancasila sebagai dasar Negara meyebabkan informasi itu begitu saja masuk dan menarik perhatian kalangan remaja kita. Pergeseran budaya ini tambah menjadi-jadi, seiring dengan pembangunan fasilitas modern dimasyarakat, yang menyebabkan remaja semakin melupakan dan meninggalkan budaya mereka. Tidaklah anda lihat, pakaian ber-merk, tempat dan barang elite dan mewah, dan peralatan canggih. Semua itu seakan adalah kebutuhan pokok bagi remaja masa kini.
Gaya hidup konsumerisme, tidak lepas dari pergaulan remaja yang menjadikan uang memperalat mereka. Semua itu membuat mereka lupa akan apa yang menjadi tanggung jawab mereka, mereka lupa akan apa yang harus mereka jaga, bahkan ada yang merendahkan budayanya sendiri. Seperti contoh, daripada remaja di denpasar mendengarkan lagu-lagu bali atau belajar memainkan gambelan, mereka lebih memilih mendengarkan lagu-lagu barat dan belajar bermain gitar atau keyboard. Menurut pandangan mereka hal itu lebih keren dan menarik untuk dipelajari. Memang benar hal tersebut sangat menarik, tapi setidaknya dalam menjadi seorang remaja bali, mereka harus merasa bahwa mereka memiliki kewajiban untuk melestarikan hal tersebut.
Banyak fenomena yang semakin menjadi-jadi dikalangan remaja saat ini, mungkin bagi orang-orang yang tidak pernah mencermatinya, mereka akan berfikir bahwa remaja sekarang adalah remaja yang cerdas karena dekat dengan teknologi. Tapi pada kenyataannya, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang dengan iman rendah dan merendehkan budayanya sendiri, seperti mereka melakukan prostitusi, freesex, drugs, dan menganggap bahwa budaya adalah hal yang kuno, bahkan ada dari mereka yang mengatakan budaya bali seperti bahasa bali itu membosankan dan tidak menarik. Kebanyakan, nilai bahasa inggris atau bahasa jepang mereka lebih tinggi dari nilai bahasa bali mereka. Ini adalah parameter yang dapat menyimpulkan bahwa mereka lebih menggemari budaya luar dibandingkan budaya mereka sendiri.
Sebagai seorang remaja hendaknya kita sadar akan jati diri kita sebagai generasi penerus yang wajib melestarikan budaya local daerah kita, maka dari itu dengan semakin berkembangnya globalisasi ini, kita manfaatkan hal tersebut sebagai pendukung dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya kita kepada dunia.

Berita Remaja Indonesia Lintas Gue



Berita Remaja Indonesia - adalah judul blog yang saya buat untuk situs pribadi saya. Saya mengangkat judul Berita Remaja, karena saya tahu bahwa kebanyakan pengakses internet saat ini adalah anak anak remaja.

Mereka bahkan bisa tahan berlama - lama di depan komputer, menghabiskan waktu mereka untuk browsing, surfing , maupun gaming.

Oleh karena itu terciptalah blog sederhana dengan platform Blogspot ini, berusaha memberikan artikel berkualitas baik untuk anda. Dan segala sesuatunya tidak lepas dari dukungan sobat-sobat blogger tanah air. Karena saya berusaha untuk membagikan apa yang saya dapat dan saya ketahui.

Semoga dengan lahirnya blog saya ini, bisa sangat bermanfaat. Karena motto saya adalahSharing Is Caring.

Adapun artikel artikel yang setiap hari saya update di blog saya adalah mengenai :


Artikel Kumpulan Kata.

Di blog saya, anda juga bisa menjumpai tulisan yang memuat kumpulan kata kata. Entah itu kata kata mutiara, kata bijak , kata cinta, atau apapun . sehingga anda bisa menjadikannya sebagai sebuah status di jejaring sosial anda, ataupun mengirimkannya menjadi berupa pesan teks (SMS).

Artikel Tips Kesehatan

Kesehatan adalah hal yang sangat berharga dan tidak bisa dibayar. Dengan adanya artikel kesehatan diblog kami, saya harapkan bisa membantu sobat mencari artikel artikel yang berbau kesehatan . semisal : cara memutihkan kulit, dsb.

Artikel Pendidikan.

Pada blog saya, selain anda bisa menjumpai artikel kumpulan kata dan tips kesehatan. Anda juga bisa membaca baca artikel seputar dunia pendidikan. Artikel pendidikan yang kami sajikan adalah artikel tentang materi sekolah , semisal contoh pidato dan contoh skripsi. sehingga bisa memudahkan studi anda disekolah maupun di bangku perkuliahan.

Kesehatan Mental Remaja

Dalam psikologi perkembangan remaja dikenal sedang dalam fase pencarian jatidiri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan. Fase perkembangan remaja iniberlangsung cukup lama kurang lebih 11 tahun, mulai usia 11-19 tahun padawanita dan 12-20 tahun pada pria. Fase perkebangan remaja ini dikatakan fasepencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan adalah karenadalam fase ini remaja sedang berada di antara dua persimpangan antara duniaanak-anak dan dunia orang-orang dewasa.Kesulitan dan persoalan yang muncul pada fase remaja ini bukan hanya munculpada diri remaja itu sendiri melainkan juga pada orangtua, guru dan masyarakat.Dimana dapat kita lihat seringkali terjadi pertentangan antara remaja denganorangtua, remaja dengan guru bahkan dikalangan remaja itu sendiri.Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara singkat dapat dijelaskan bahwa keberadaanremaja yang ada di antara dua persimpangan fase perkembanganlah (fase interim)yang membuat fase remaja penuh dengan kesukaran dan persoalan. Dapatdipastikan bahwa seseorang yang sedang dalam keadaan transisi atau peralihandari suatu keadaan ke keadaan yang lain seringkali mengalami gejolak dangoncangan yang terkadang dapat berakibat buruk bahkan fatal (menyebabkankematian).(Syah, 2001)Namun, pada dasarnya semua kesukaran dan persoalan yang muncul pada faseperkembangan remaja ini dapat diminimalisir bahkan dihilangkan, jika orangtua,guru dan masyarakat mampu memahami perkembangan jiwa, perkembangankesehatan mental remaja dan mampu meningkatkan kepercayaan diriremaja.Persoalan paling signifikan yang sering dihadapi remaja sehari-harisehingga menyulitkannya untuk beradaptasi dengan lingkungannya adalahhubungan remaja dengan orang yang lebih dewasa, terutama sang ayah, danperjuangannya secara bertahap untuk bisa membebaskan diri dari dominasimereka pada level orang-orang dewasa.Seringkali orangtua mencampuri urusan-urusan pribadi anaknya yang sudahremaja dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut, “Dimanakamu semalam?”, “Dengan siapa kamu pergi?”, “Apa yang kamu tonton?” danlain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut pada dasarnya ditujukan olehorangtua adalah karena kepedulian orangtua terhadap keberadaan dan keselamatananak remajanya.

2. Namun ditelinga dan dipersepsi anak pertanyaan-pertanyaantersebut seperti introgasi seorang polisi terhadap seorang criminal yang berhasilditangkap.Menurut pandangan para ahli psikologi keluarga atau orangtua yang baik adalah orangtua yang mampu memperkenalkan kebutuhan remaja berikut tantangan-tantangannya untuk bisa bebas kemudian membantu dan mensupportnya secaramaksimal dan memberikan kesempatan serta sarana-sarana yang mengarahkepada kebebasan. Selain itu remaja juga diberi dorongan untuk memikultanggung jawab, mengambil keputusan, dan merencanakan masa depannya.Namun, proses pemahaman ini tidak terjadi secara cepat, perlu kesabaran danketulusan orangtua di dalam membimbing dan mengarahkan anak remajanya.Selanjutnya para pakar psikologi menyarankan strategi yang paling bagus dancocok dengan remaja adalah strategi menghormati kecenderungannya untuk bebasmerdeka tanpa mengabaikan perhatian orangtua kepada mereka. Strategi ini selaindapat menciptakan iklim kepercayaan antara orangtua dan anak, dapat jugamengajarkan adaptasi atau penyesuaian diri yang sehat pada remaja. Hal inisangat membantu perkembangan, kematangan, dan keseimbangan jiwa remaja.(Mahfuzh, 2001)Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa remaja tidak selaludapat tertangani secara baik. Pada fase ini di satu sisi remaja masih menunjukkansifat kekanak-kanakan, namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa olehlingkungannya. Sejalan dengan perkembangan sosialnya, mereka lebihkonformitas pada kelompoknya dan mulai melepaskan diri dari ikatan dankebergantungan kepada orangtuanya, dan sering menunjukkan sikap menantangotoritas orangtuanya.Remaja yang salah penyesuaian dirinya terkadang melakukan tindakan-tindakanyang tidak realistis, bahkan cenderung melarikan diri dari tanggung jawabnya.Perilaku mengalihkan masalah yang dihadapi dengan mengkonsumsi minumanberalkohol banyak dilakukan oleh kelompok remaja, bahkan sampai mencapaitingkat ketergantungan penyalahgunaan obat terlarang dan zat adiktif.Berkaitan dengan pelepasan tangung jawab, dikalangan remaja juga seringdijumpai banyak usaha untuk bunuh diri. di Negara-negara maju, seperti Amerika,Jepang, Selandia Baru, masalah bunuh diri dikalangan remaja berada pada tingkatyang memprihatinkan. Sedangkan dinegara berkembang seperti Indonesia,perilaku tidak sehat remaja yang beresiko kecelakaan juga banyak dilakukanremaja, seperti berkendaraan secara ugal-ugalan. Hal lain yang menjadi persoalanpenting dikalangan remaja disemua negara adalah, meningkatnya angkadelinkuensi. Perilaku tersebut misalnya keterlibatan remaja dalam perkelahianantar sesame, kabur dari rumah, melakukan tindakan kekerasan, dan berbagaipelanggaran hukum, adalah umum dilakukan oleh remaja.Kesehatan mental masyarakat pada dasarnya tercermin dari segi-segi kesehatanmental remaja. Makin tinggi angka delikuensi, bunuh diri remaja, penggunaanobat dan ketergantungan pada zat adiktif, berarti kesehatan mental masyarakatmakin rendah.

3. Usaha bimbingan kesehatan mental sangat penting dilakukandikalangan remaja, dalam bentuk program-program khusus, seperti peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental, penyuluhan tentang kehidupan berumahtangga, hidup secara sehat dan pencegahan penggunaan zat-zat adiktif, sertapenyuluhan tentang pencegahan terhadap HIV/AIDS, dan sejenisnya.Program kesehatan mental remaja ini dapat dilakukan melalui institusi-institusiformal remaja, seperti sekolah, dan dapat pula melalui intervensi-intervensi lainseperti program-program kemasyarakatan, atau program-program yang dibuatkhusus untuk kelompok remaja.

Perkembangan Remaja Menurut Islam

PERKEMBANGAN PERSONALITI REMAJA MENURUT ISLAM


1. PENGENALAN. Sejak beberapa tahun kebelakangan ini, Negara Malaysia sering dilanda pelbagai masalahdalaman seperti masalah sosial dalam masyarakat serta masalah mendapatkan peluangpekerjaan oleh mahasiswa mahasiswi tempatan. Masalah sosial dalam masyarakat khususnya yang melibatkan para remaja umumnyadikaitkan dengan kegagalan pihak ibubapa, guru dan masyarakat dalam mendidik merekamenjadi individu yang berguna. Kurangnya didikan akhlak oleh ibubapa merupakan salahsatu faktor yang menyebabkan para remaja mudah terjerumus ke dalam gejala tidak sihat.Begitu juga dalam masalah mendapatkan peluang pekerjaan oleh para mahasiswa danmahasiswi walaupun telah memperoleh ijazah kelas pertama. Jika difikirkan dan dikaji, kedua-dua masalah ini ada kaitannya dengan personaliti.Remaja yang tidak dibentuk dengan personaliti yang baik akan membina personaliti merekasendiri melalui hubungan mereka dengan rakan sebaya. Ahli psikologi Barat, Ericson adamengemukakan 8 tahap perkembangan psikososial. Menurutnya, pada tahap 5 iaitu tahapidentiti lawan kecelaruan peranan, para remaja yang berumur dalam lingkungan 12 hingga 18tahun mula mencari-cari identiti yang sesuai dengan mereka. Justeru, tidak hairanlah jikaremaja mudah terpengaruh dengan rakan sebaya mereka lebih-lebih lagi mereka tidakdidampingi oleh ibubapa yang sibuk dengan urusan kerja. Mereka rasakan bahawa rakanmerekalah yang paling memahami diri mereka. Tanpa bimbingan akhlak dan nilai murni,terlalu mudahlah untuk mereka terjebak dengan gejala yang tidak sihat. Berbalik semula kepada soal kegagalan mahasiswa mendapatkan peluang pekerjaanpula, hubungan personaliti amat ketara dalam aspek ini. Kebanyakan pelajar samada diperingkat sekolah atau pun institusi pengajian tinggi, mereka lebih didedahkan denganpendidikan yang hanya berfokus kepada pembinaan intelek sahaja. Namun, tanpa merekasedari, mereka telah terlepas pandang terhadap satu lagi aspek penting yang mampu memberikelebihan kepada diri mereka pada masa akan datang, iaitu aspek personaliti. Kebanyakanmereka gagal ditemuduga kerana mereka tidak mempunyai kemahiran berkomunikasi, takutmengeluarkan pandangan serta tidak berkeyakinan. Sektor pekerjaan pada masa kini menuntutpara pekerja memiliki kemahiran berkomunikasi dan interpersonal yang tinggi untuk bersaing.Kemahiran-kemahiran ini adalah rangkuman daripada nilai-nilai personaliti.

2. 2 Namun, apa yang ingin dikupas dalam perbincangan ini ialah personaliti yangdibentuk dan dikembangkan seharusnya selaras dengan ajaran Islam. Hal ini kerana,personaliti yang berteraskan Islam sahaja yang mampu membantu para remaja mendepanicabaran semasa dengan lebih yakin. Ahli-ahli psikologi Barat telah mengemukakan banyakteori tentang manusia seperti personaliti dan tingkah laku, yang mana ada di antaranya yangbertentangan dengan Islam. Disiplin psikologi Barat telah mengenepikan paradigma Tuhan,sebaliknya lebih memusatkan paradigma hidup yang tidak mementingkan pengertian dankualiti spiritual. Konsep manusia yang terdapat dalam disiplin psikologi dari perspektif Islam bukanlahbererti bahawa disiplin dari barat ditolak secara total tetapi apa yang seharusnya dilakukanadalah menyerapkan nilai-nilai spiritual pada konsep-konsep manusia khususnya dalambidang psikologi berkenaan dengan personaliti yang terdapat dalam teori tersebut. Hal inilebih utama untuk diterapkan dalam diri remaja kerana perjalanan dalam memperkembangkanpersonaliti remaja akan memberi kesan dan pengaruh kepada mereka apabila mereka sudahdewasa kelak. Oleh itu, adalah wajar sekiranya kita membincangkan tajuk yang berkenaandengan perkembangan personaliti remaja menurut Islam.

3. 3 2. KONSEP DAN PENDEFINISIAN2.1 PerkembanganMenurut Shaffer (1999), perkembangan merupakan suatu proses perubahan yang kompleks.Proses perubahan yang dilalui itu adalah bersifat kuatitatif dan kualitatif. Menurut Lee (1994), perkembangan kuantitatif merupakan perubahan fizikal yangberkuantiti iaitu dapat diukur dan diperhatikan dengan nyata. Beliau merumuskan bahawaperkembangan merupakan proses perubahan yang mana individu menyesuaikan diri terhadappersekitaran. Oleh yang demikian, proses itu mencakupi pertumbuhan, pematangan danpembelajaran. Oleh itu, perkembangan bukan hanya membawa perubahan fizikal badan tetapijuga disertai dengan kemajuan dalam kemahiran manipulatif, aktiviti jasmani, keupayaanmental dan rohani. Dengan kata lain, perkembangan merupakan perubahan yang berkualitiiaitu ia sukar diukur secara kuantiti tetapi boleh diperhatikan dengan membandingkan sifatyang terdahulu dengan sifat yang sedang terbentuk. Imam al-Ghazali menyatakan bahawa manusia mengalami beberapa peringkatperkembangan. Peringkat pertama ialah al-janin, iaitu peringkat anak berada di dalamkandungan ibunya. Peringkat kedua ialah al-tifl, iaitu peringkat pada usia awal kanak-kanak.Ketiga ialah peringkat al-tamyiz iaitu peringkat anak-anak yang telah dapat membezakanmana yang baik dan buruk. Pada peringkat ini jugalah akal mereka telah mula berkembangdan dapat memahami sesuatu ilmu. Peringkat keempat ialah peringkat al-auliya dan al-anbiya. Peringkat remaja juga merupakan satu tahap perkembangan dalam diri manusiakerana keremajaan itu sendiri diertikan sebagai proses membesar atau meningkat dewasa.2.2 PersonalitiDari perspektif Islam, personaliti merujuk kepada perkataan Arab ‘sahsiah’ atau ‘akhlak’yang dimiliki oleh seseorang. Perkataan akhlak berasal daripada bahasa Arab yang membawamaksud budi pekerti, perangai, tingkahlaku (tabiat) dan adat kebiasaan (M. Ali Hassan 1984:10). Akhlak terbahagi kepada 2 bahagian iatu akhlak terpuji dan akhlak tercela. Akhlak inilahyang menentukan ketrampilan dan sikap individu itu sendiri. Menurut Kamus Dewan edisi ketiga, personaliti bermaksud keperibadian danperwatakan. Personaliti berasal daripada perkataan Latin iaitu persona atau personalitas yangbermaksud topeng.

4. 4 Encyclopedia Dictionary of Pcychology menyebut personaliti sebagai satu konsepyang global yang mempunyai beberapa makna. Pertama ia merujuk kepada tingkahlaku danperangai yang biasanya ada pada setiap individu. Kedua ia merujuk kepada cantumankesedaran diri atau ego.Ketiga ia adalah topeng bagi sosial.2.3 RemajaZaman remaja digambarkan sebagai zaman yang penuh dengan tekanan dan kecelaruan emosiakibat pelbagai perubahan pada diri, mental dan nilai konflik. Peringkat remaja juga adalahperingkat percubaan untuk mengenal, mengetahui, belajar dan akhirnya membina sikap,pendirian, watak dan tingkah laku, perangai dan juga kebiasaan terhadap sesuatu perkara atauamalan. Dalam Islam, remaja dibahagikan kepada 2 peringkat iaitu peringkat pertama adalahperingkat selepas bermimpi yang usianya bermula daripada 12 tahun atau 13 tahun sehinggake 21 tahun. Peringkat yang kedua pula adalah peringkat kematangan yang mana bermuladaripada usia 22 tahun hingga 30 tahun. Dalam Islam, peringkat pertama dianggap remaja,iaitu bermula daripada baligh hingga ke usia 21 tahun (Abdullah Nasih Ulwan 1989 : 47). Peringkat awal remaja bermula kira 12 tahun hinggalah 15 tahun. Sungguhpun begitu,peringkat remaja perlu dilihat sebagai suatu proses bukannya sebagai satu jangka masa (JasLaile Suzanar, 2000).2.4 Perkembangan Personaliti Remaja Menurut IslamSecara konseptualnya, Perkembangan Personaliti Remaja Menurut Islam bolehlahdidefinisikan sebagai suatu proses perubahan peribadi, tingkah laku, akhlak, persepsi dan caraseseorang remaja ke arah yang lebih baik selari dengan ajaran Islam.

5. 5 3. PERKEMBANGAN PERSONALITI REMAJA MENURUT ISLAMIslam telah membahagikan tahap kedewasaan manusia itu kepada 3 bahagian. Rasulullahs.a.w. menyatakan dalam hadisnya bahawa seseorang anak itu adalah tuan sampai usia 7tahun, kemudia dia akan menjadi budak dalam 7 tahun kedua serta akan menjadi wazir di 7tahun yang ketiga. Jika karakter atau sikap yang terbentuk setelah 21 tahun itu disukai olehibubapanya, maka itu adalah kebaikan dan jika sebaliknya, itu bererti ibubapanya telahmendapat uzur daripada Allah. Apa yang ingin diterangkan di sini adalah, dalam peringkat remaja, terdapat 2peringkat perkembangan setelah dia bergelar remaja iaitu pada peringkat 7 tahun kedua danketiga. Peringkat 7 tahun kedua dipanggil peringkat awal remaja dan 7 tahun ketiga adalahperingkat akhir remaja.3.1 Peringkat Awal RemajaPeringkat awal remaja adalah peringkat seseorang remaja itu berumur kira-kira 7 hingga 14tahun yang mana secara fizikal dan kecerdasannya telah dianggap matang. Ia sudah bolehmembezakan antara perkara-perkara yang baik dengan yang buruk dan secara intelektualnya,ia telah bersedia untuk memulakan proses pembelajaran dan pembinaan . Pembelajaran danpembinaan di sini dimaksudkan sebagai pembelajaran bersifat akademik dan pembinaanwatak dan peribadi. Pembelajaran bersifat akademik seperti membaca, menulis dan mengira boleh ladipelajari secara formal di sekolah kerana pada peringkat ini, mereka sudah dikira bersediauntuk menempuhi alam persekolahan. Melalui persekolahan ini jugalah mereka akan berjinak-jinak membina hubungan persahabatan dan ia juga sebagai peringkat awal dalam pembinaansikap dan watak. Peringkat ini adalah peringkat yang penting dalam mendidik golongan inikerana pada peringkat ini mereka mudah dididik. Mereka seharusnya dibiasakan dalammelakukan perkara-perkara yang baik dan meninggalkan perkara-perkara yang buruk. Hal inikerana, pembiasaan melakukan kebaikan bermula dari peringkat awal akan menjadikanperkara baik itu sebagai tabiat atau sikap dimasa hadapan kelak.

6. 6 Kemudian, menurut Kamarulzaman Kamaruddin (2009 :117) dalam bukunya yangbertajuk Psikologi Perkembangan, beliau telah mengatakan bahawa pada peringkat ini, remajaakan mengalami 6 peringkat perkembangan iaitu fizikal, kognitif, emosi, sosioemosi, bahasadan sosial. Jika dilihat dari perspektif Islam, setiap peringkat perkembangan ini mempunyaipengaruhnya yang tersendiri dalam pembinaan personaliti seseorang remaja dan padanyaterdapat kaedah-kaedah didikan yang telah digariskan oleh Islam. Sebagai contoh, padaperingkat perkembangan emosi, selalunya remaja pada peringkat ini sukar ditelah. Merekamengalami pelbagai konflik dalam diri mereka sendiri seterusnya akan menyebabkan merekamudah marah dan memberontak. Islam menganjurkan umatnya untuk menjadikan sifat sabaritu sebagai pakaian. Oleh hal yang demikian, ibubapa atau pun guru perlu mendidik danmenasihati mereka agar bersabar dengan setiap kesulitan. Apabila sikap ini dibiasakan,golongan remaja ini akan membentuk satu personaliti baik yang mana personliti inidiungkapkan sebagai akhlak yang baik dalam Islam.3.2 Peringkat Akhir RemajaPeringkat akhir remaja didefinisikan sebagai suatu peringkat yang mana para remaja tersebutberumur dalam lingkungan 14 hingga 20 tahun. Pada peringkat ini, tidak kiralah samadaremaja lelaki atau pun perempuan sudah hampir menyerupai orang dewasa dan sudah jauhberbeza daripada ciri kanak-kanak yang dipunyainya dahulu. Tahap ini merupaka tahap yanggenting untuk seseorang remaja itu mempelajari dan membentuk sebuah personaliti yangdiingininya. Peringkat ini juga merupakan peringkat yang mana golongan remaja ini akanmempraktikkan secara terus segala apa yang telah dipelajari dan dididik oleh orang tuamereka sewaktu di peringkat kanak-kanak dan awal remaja. Watak dan sikap yang terbentukhasil didikan tersebut akan lahir sebagai personaliti. Namun, personaliti ini tidak akan statikbegitu sahaja kerana pada peringkat ini, remaja masih lagi tercari-cari personaliti yangbagaimana mahu mereka sesuaikan dengan diri mereka. Menurut Imam al-Ghazali, prosespembentukan akhlak (personaliti) berlaku secara beransur-ansur dan berkembang sehinggamenuju kesempurnaan.

7. 7 Selain itu, sesetengah daripada golongan ini menganggap mereka tidak boleh lagidiperbudakkan kerana telah menjadi seorang yang mempunyai kematangan dari segi rohani,jasmani, intelek dan sosial. Kematangan tersebut menyebabkan mereka ingin mendapatkankebebasan yang sebanyak mungkin, dan seterusnya menunjukkan identiti yang tersendiri.Oleh hal yang demikian, Islam menyarankan agar remaja tersebut hendaklah sentiasa diberinasihat, bimbingan dan anjuran sebagai alat pendidikan dalam rangka membina keperibadianatau personaliti mereka selaras dengan ajaran Islam.3.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Personaliti RemajaSememangnya, perkembangan personaliti seseorang remaja adalah dipengaruhi oleh pelbagaifaktor. Namun, antara faktor-faktor tersebut, ada beberapa daripadanya yang boleh dianggappenting. Faktor-faktor tersebut ialah rohani, keluarga, pendidikan, pengalaman dan bidangpekerjaan. 3.3.1 KeluargaKeluarga boleh diandaikan sebagai wadah utama dalam pembinaan sesebuah masyarakat.Keluarga juga merupakan langkah pertama untuk melahirkan individu-individu yang mampumembawa seribu satu kebaikan di atas bumi Allah ini. Kajian-kajian psikologi dan pendidikan telah sepakat mengatakan bahawa rumahtangga dan keluarga merupakan ejen utama dalam pembentukan peribadi dan perlakuanseseorang dalam kehidupan. Oleh hal yang demikian, penting untuk sesebuah keluarga itumenerapkan nilai-nilai Islam dan mendidik rohani para ahli keluarganya agar hidup selarasdengan acuan yang telah ditetapkan oleh Islam. Remaja yang dibesarkan daripada keluarga acuan Islam akan berbeza daripada remajayang dibesarkan daripada keluarga yang berlatarbelakangkan pendidikan Barat semata-mata.Hal ini boleh diperhatikan secara zahir dari aspek ketrampilan, cara bergaul, perwatakan dansebagainya. Iklim keluarga amat mempengaruhi pembentukan dan personality remaja.Sebagai contoh, iklim keluarga yang mementingkan disiplin akan melahirkan remaja yangmenepati masa, tidak melanggar peraturan dan mampu melakukan sesuatu itu mengikutprosedur yang ditetapkan tanpa sebarang bantahan dan rungutan.

8. 8 Selain itu, sikap dan peribadi ahli keluarga amat mempengaruhi remaja. Seperti yang telahdibincangkan, peringkat remaja ialah peringkat yang mana para remaja ini berusaha untukmencari identiti. Mereka akan mencari contoh teladan untuk diikuti. Justeru, ibubapaseharusnya menunjukkan contoh teladan yang baik kepada anak-anak. Pepatah Melayu adamenyebut tentang hal ini seperti, “Bapa borek, anak rintik” serta “Di mana tumpahnya kuahkalau tidak ke nasi”. Peribahasa-peribahasa ini juga melambangkan bahawa pengaruh ibibapaadalah kuat kepada anak-anaknya khususnya kepada anak-anak yang sedang meningkatremaja. Hal ini jelaslh bahawa, keluarga memainkan peranan yang penting dalamperkembangan personality seseorang remaja. 3.3.2 RohaniIslam memandang bahawa personaliti adalah akhlak yang lahir daripada rohani yang diisidengan ajaran Islam. Justeru, rohani memainkan peranan yang besar dalam melahirkan remajaIslam yang berpersonaliti. Remaja yang mempunyai didikan ataupun asas rohani yang kuat pasti akanberpersonaliti menarik selaras dengan ajaran Islam seperti bersopan santun, menutup aurat,tidak bersikap mazmumah dan sebagainya. Personaliti-personaliti ini datangnya daripadarohani yang sihat. Rohani yang sihat ini akan secara tidak langsung terjemah dalam setiapperbuatan dan tingkahlaku seterusnya menjadi kebiasaan yang sukar diubah dan akhirnya ialahir sebagai satu personaliti. Rohani yang penuh dengan nilai-nilai Islam secara tidaklangsung akan membentuk diri remaja itu dengan personaliti tersendiri. Sesungguhnya, akhlak ataupun personality yang baik datangnya daripada sumber yangbaik. Sumber akhlak dalam Islam ialah al-Quran dan al-Sunnah. Kedua-dua sumber inimenjadi dasar dalam Islam termasuk akhlak. Al-Quran dijadikan sebagai sumber akhlak danpersonality kerana ia bukanlah hasil kajian atau pemerhatian manusia, tatapi adalah firmanAllah Yang Maha Bijaksana. Sebagai contoh, didikan akhlak dan personality yang baik initelah difirmankan oleh Allah dalam Surah al-Hujurat 49:12 yang berbunyi: ‫ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ آﻣﻨﻮ ا اﺟﺘﻨﺒﻮا ﻛﺜﲑ ﻣﻦ اﻟﻈﻦ إن ﺑﻌﺾ اﻟﻈﻦ إﰒ وﻻ ﲡﺴﺴﻮا وﻻ ﻳﻐﺘﺐ ﺑﻌﻀﻜﻢ ﺑﻌﻀﺎ أﳛﺐ‬ ‫أﺣﺪﻛﻢ أن ﻳﺄﻛﻞ ﳊﻢ أﺧﻴﻪ ﻣﻴﺘﺎ ﻓﻜﺮﻫﺘﻤﻮﻩ واﻟﺘﻘﻮا اﷲ إن اﷲ ﺗﻮاب رﺣﻴﻢ‬

9. 9 Maksudnya : Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan(supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagiandari sangkaan itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahandan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengah yang lain. Selain al-Quran, Hadis Nabi juga adalah sumber akhlak dan personaliti yang keduaselepas al-Quran. Rasulullah ada menyatakan dalam hadisnya bahawa akhlak adalah salahsatu pengukur samada sempuna atau tidak iman seseorang. Nabi s.a.w. bersabda: ‫أﻛﻤﻞ اﳌﺆﻣﻨﲔ إﳝﺎﻧﺎ أﺣﺴﻨﻬﻢ ﺧﻠﻘﺎ‬ Maksudnya: Orang mukmin yang sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya. Berpandukan segala keterangan di atas, jelaslah bahawa rohani yang didasari denganiman yang kukuh akan melahirkan akhlak dan personaliti unggul sepertimana yang telahdisarankan dalam Islam. 3.3.3 PendidikanSelain keluarga dan unsur rohani, aspek pendidikan juga memainkan peranannya yangtersendiri dalam membantu perkembangan personaliti seseorang remaja. Menurut Imam al-Ghazali, remaja akan melalui perkembangan kognisi, emosi dan social. Perkembangan-perkembangan ini amat berkait rapat dengan tahap pendidikan yang ada pada seseorangremaja. Pendidikan yang tinggi mampu menjadikan seseorang remaja itu berbeza daripadaremaja yang mempunyai tahap pendidikan yang rendah. Hal ini dapat dilihat daripada cararemaja itu bercakap, mengungkap dan menyuarakan pendapat, cara berfikir dan sebagainya.Remaja yang berpendidikan biasanya akan mengeluarkan sesuatu pendapat dengan lancar danberkesan di samping disokong dengan fakta dan hujah-hujah yang bernas. Dalam membicarakan hal ini, jenis pendidikan yang diterima oleh remaja itu jugamempengaruhi personaliti dan pemikiran mereka. Contohnya, remaja yang diasuh dan dididik

10. 10denga terbiyah Islam akan bercakap dan berpendapat mengikut pandangan Islam danditambah dengan ilmu-ilmu fardhu kifayah yang lain. Hal ini berbeza pula dengan remajayang berpendidikan Barat semata-mata. Mereka adakalanya melanggar etika dan menyalahisyarak ketika berhujah lantaran menurut nafsu dan logik akal sahaja. Jelaslah di sini bahawa pendidikan juga merupakan wadah perkembangan personalitiseseorang remaja. 3.3.4 Bidang Yang DiceburiTidak dapat dinafikan bahawa sesuatu bidang pekerjaan yang diceburi itu amatmempengaruhi personaliti seseorang.Konteks ini bolehlah diungkapkan dengan jelas melalui 2 situasi kehidupan remaja. Remajayang menceburkan diri dalam bidang yang berprofesion akan lebih berketrampilan yakin dankemas. Hal ini dapat dilihat dari cara mereka berpakaian, bercakap dan berjalan. Mungkinyang membentuk personaliti mereka ini adalah berpunca daripada etika-etika yang telahdigariskan dalam bidang yeng mereka ceburi. Sebagai contoh, profesion perguruan menuntutpara guru berpakaian kemas dan segak, sopan dan sebagainnya. Hal ini berlainan dengan remaja yang menceburkan diri dalam bidang seni. Pelukiscontohnya, akan berketrampilan santai dan kurang kemas. Penampilan ini adalah lahir dariperspektif dan penilaian terhadap seni itu sendiri. Artis pula lebih cenderung berketrampilanbergaya dan mengikut arus fesyen semasa. Bidang hiburan tidak begitu menekankan aspeketika dalam berpakaian. Oleh hal yang demikian, bagi yang kurang ditarbiyah dengan ajaranIslam, mereka bebas berpakaian mengikut citarasa tanpa memikirkan jenis pakaian yangmereka kenakan. 3.3.5 PengalamanPembentukan dan perkembangan personaliti seseorang remaja turut dipengaruhi olehpengalaman yang telah mereka lalui samada pengalaman berbentuk yang negatif ataupunyang berbentuk positif. Hal ini kerana, manusia menjadikan pengalaman itu sebagai suatupembelajaran di dalam kehidupan. Remaja yang mempunyai pengalaman hidup yang sukar biasanya akan lahir sebagairemaja yang tabah dan kuat menghadapi mehnah hidup. Mereka mempelajari erti ketabahan

11. 11itu melalui liku-liku yang mereka tempuhi untuk terus hidup seperti orang lain. Pengalaman-pengalaman yang pahit biasanya dijadikan pengajaran pada masa hadapan manakalapengalaman-pengalaman yang baik dijadikan inspirasi dan motivasi bagi mendapatkan hidupyang lebih bermakna di kemudian hari. Remaja yang pernah mengalami pengalaman pahit seperti didera ketika kecil akanmembesar dengan personaliti pasif dan tidak berkeyakinan. Mereka cenderung berdiam diri,ketakutan dan mudah beranggapan buruk terhadap orang lain. Hal ini kerana, kesan penderaantersebut memberi pengajaran kepada mereka bahawa mereka perlu sentiasa berwaspada danberanggapan bahawa setiap orang akan melakukan perkara tidak baik terhadap mereka.Mereka turut menjadi manusia yang tidak bersemangat dan sensitif. Hal ini berlawanan pula dengan remaja yang membesar dalam suasana yang membina.Remaja yang mempunyai pengalaman berpidato akan tampil dalam personaliti yangberkeyakinan. Kejayaan-kejayaan yang pernah mereka capai dijadikan pembakar semangatserta motivasi yang mana secara tidak langsung membentuk personaliti yang baik dalam dirimereka.

12. 12 4. KESIMPULANSetiap remaja akan melalui peringkat perkembangan mereka. Perkembangan personalitimereka juga akan berlaku secara berperingkat selari dengan perjalanan kehidupan merekamenuju kedewasaan. Perkembangan personaliti yang didasari mengikut lunas-lunas Islam akan melahirkangenerasi remaja Muslim unggul yang mana mampu menjulang maruah bangsa, agama dannegara ke mercu kegemilangan. Perspektif Islam menekankan bahawa perkembanganpersonaliti itu perlu diasaskan dengan pembinaan akidah yang mantap dalam diri golonganremaja. Personaliti yang baik akan lahir selari dengan pembentukan jiwa Muslim yangsebenarnya. Islam menganjurkan kita membina personaliti berpandukan al-Quran dan Sunnahdi samping mengambil kira pandangan ahli-ahli psikologi Barat berkenaan dengan halpersonaliti ini. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh berpeluk tubuh dengan perkembangan ilmu yangpesat termasuk bidang psikologi personaliti. Sarjana-sarjana Islam perlu menggali ilmu-ilmuIslam dan mengetengahkannya ke dunia akademik untuk dikaji dan dibahaskan. Lebihpenting, ilmu-ilmu Islam yang berteraskan wahyu dan bersifat abadi bukan sahaja mampudijadikan alternative kepada ilmu-ilmu Barat malah ia sesuai dengan fitrah manusia.

RUJUKAN.
Al-QuranShahabuddin Hashim & Rohizani Yaakub. 2007. Teori Personaliti Dari Perspektif Islam, Timur Dan Barat. Kuala Lumpur: Penerbit PTS Profesional.Sidek Baba. 2010. Remaja Islam Kembali Pada Pemikiran Al-Quran & Sunah. Shah Alam: Penerbit Alaf 21 Sdn Bhd.Ab. Aziz Mohd Zin. 1999. Psikologi Dakwah. Kuala Lumpur: Penerbit Jabatan Kemajuan Islam Malaysia.Fariza Md Sham, Salasiah Hanin Hamjah & Mohd Jurairi Sharifudin. 2008. Personaliti Dari Perspektif Al-Ghazali. Bangi: Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia.Kamarulzaman Kamaruddin. 2009. Psikologi Perkembangan. Tanjong Malim: Penerbit Universiti Pendidikan Sultan Idris.Muhammad Jamaluddin Ali Mahfuzh. 1996. Psikologi Anak Dan Remaja Muslim. Kuala Lumpur: Penerbit Darulfikir.Fariza Md. Sham, Siti Rugayah Hj, Tibek & Othman Hj. Talib. 2006. Dakwah Dan Kaunseling Di Malaysia. Bangi: Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia.Razali Saaran. 2010. Hebatnya Cara Rasullullah Mendidik. Kuala Lumpur: Penerbit MUST READ SDN BHD

Kenakalan Remaja

1. KENAKALAN REMAJA

2. Present by Siti Azizah Class XII SMK YP 17-2 Madiun

3. Definisi Kenakalan Remaja Menurut Para Ahli Kartono, ilmuwan sosiologi Dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Santrock Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hinga terjadi tindakan kriminal.”

4. JENIS-JENIS KENAKALAN REMAJA Penyalahgunaan narkoba Seks bebas Tawuran antara pelajar

5. PENYEBAB TERJADINYA KENAKALAN REMAJA PENYEBAB FAKTOR EKSTERNAL FAKTOR INTERNAL 1. Krisis identitas 2. Kontrol diri yang lemah 1. Keluarga 2. Teman sebaya yang kurang baik 3. Lingkungan

6. PENYEBAB TERJADINYA KENAKALAN REMAJA Faktor internal 1. Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Ini terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. 2. Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

7. Faktor Eksternal: 1. Keluarga Perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak. Tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak. 2. Teman sebaya yang kurang baik. 3. Komunitas / lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

8. Pengaruh Kawan Sepermainan Pendidikan Penggunaan Waktu Luang Uang Saku PENYEBAB TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA

9. Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata temen-temannya. Untuk menghindari masalah yang akan tmbul akibat pergaulan, selain menarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orang tua hendaknya juga memberikan kesibukan dan kepercayaan sebagiaan tanggung jawab rumah tangga si remaja yang bersifat tidak memaksa maupun mengada-ada.

10. PENGARUH KAWAN SEPERMAINAN PENDIDIKAN Masih sering terjadi dalam masyarakat, orang tua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilah profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orang tua. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Sebab, meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orang tuanya tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa, frustasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang.

11. Penggunaan Waktu Luang Kegiatan iseng yang dilakukan selain inisiatif remaja sendiri, sering pula karena dorongan teman sepergaulan yang kurang sesuai. Sebab dalam masyarakat, pada umumnya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan di jauhi oleh ligkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si remaja, akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Akhirnya ia terjerumus dan tersesat.

12. Uang Saku Orang tua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Remaja hendaknya di didik agar dapat menghargai nilai uang. Ajarkan pula anak untuk mempunyai kebiasaan menabung sebagian dari uang sakunya. Menabung bukanlah pegembangan watak kikir, melainkan sebagai bentuk menghargai uang yang didapat dengan kerja dan semangat .

13. Sikap orang tua dalam menghadapi kenakalan remaja Menanamkan rasa disiplin dari ayah terhadap anak. Memberikan pengawasan dan perlindungan terhadap anak oleh ibu. Pencurahan kasih sayang dari kedua orang tua terhadap anak. Menjaga agar tetap terdapat suatu hubungan yang bersifat intim dalam satu ikatan keluarga .

14. Di samping keempat hal yang di atas maka hendaknya diadakan pula : Pendidikan agama untuk meletakkan dasar moral yang baik dan berguna. Penyaluran bakat si anak ke arah pekerjaan yang berguna dan produktif. Rekreasi yang sehat sesuai dengan kebutuhan jiwa anak. Pengawasan atas lingkungan pergaulan anak sebaik-baiknya.

Novel Cinta Remaja


Kali ini saya akan berbagi novel cinta remaja bergenre sedihdengan judul Gita. Selamat membaca novel cinta sedih ini ya.

Kadang hal yang diharapkan berbenturan dengan kenyataan. Orang menganggapnya sebagai takdir. Di sitiulah perasaan bermakna, salah satunya adalah cinta. Apa yang dialami Gita memang biasa, terjadi pada manusia umumnya. Tetapi ini menjadi luar biasa, ketika ia merasa bahwa simpatinya sebagaimana pungguk merindukan bulan.

Sudah dua minggu ia memendam seribu rasa yang membuat jantungnya berdebar kencang saat melihat sang pujaan hatinya.

“Kita pilih duduk di sini aja. Ayo dong ceritain gebetan barumu,” tiba-tiba terdengan suara serak yang mengusik lamunan Gita.
“Iya... Ri, mumpung kita ngumpul nih,” jawab teman Qori. Gita

“Masak lo main rahasiaan sama geng sndiri,” tutur temannya lagi.
Gita mendadak gugup. Nggak salah lagi itu Qori. Qori dari geng The SRIES, cowok yang sangat dikagumi para cewek-cewek di sekolah.

Gita nyaris nggak bergerak. Mneyadari cowok tampan yang sedang ditaksirnya itu ada di meja belakangnya. Saat sedang barengan dengan teman-teman aja Gita sudah nervous .... apalagi sekarang ia sedang sendirian. Tapi untuk yang satu ini, rasa ingin tahunya jauh lebih besar. Dan apa tadi? Mereka lagi ngomong soal gebetannya Qori. Wah..... Wah....

“Jadi bener nih, dia tinggal di jalan Tumbuhan?” tanya teman Qori.
Deg, Gita nyaris tersentak. Bukankah itu jalan tempat ia tinggal? Jalan itukan kecil, jadi ia kenal hampir semua penghuninya. Kayaknya nggak ada yang seumuran dia, rata-rata sudah kuliah dan kerja. Rasa ingin tahunya semakin memuncak.

“Iya, anak kelas satu juga. aku memang naksir dia. Soalnya dia manis banget, pintar dan baik. Pasti dong banyak saingannya. Makanya aku jaga jarak biar dia penasaran,” suara Qori terdengar riang.

Jantung Gita berdegup kencang. Ia semakin yakin , selain dia ngak ada anak kelas satu SMA tinggal di jalan itu. Kalau masalah kecerdasan otak, Gita memang selalu jadi juara satu sejak cawu pertama. Semuanya klop. Mungkin yang dimaksud Qori itu dirinya?.

“Wah, playboy satu ini sudah berketuk lutut. Terus kapan dong kamu nembak dia?” desak temannya.

“Oh my god,” Gita nyaris menahan napas.
“Eh, ngomong-ngomong siapa namanya?” tanya temannya lagi.
“Gita,” jawab Qori.

Kali ini Gita nyaris nggak mampu menahan diri. Ingin rasanya ia melompat dan berteriak, kalau saja nggak ingat di mana dia berada sekarang. Ini benar-benar keajaiban. Qori naksir dia. Berita ini wajib diceritakan pada sohib-sohibnya.

Pukul setengah tujuh malam, semua persiapan sudah sempurna. Sekarang Qori naksir dia. Primadona sekolah itu menyukai gadis biasa seperti dia. Gita bernyanyi bahagia.
“Kamu nggak sedang melamun Git?” kata Intan sambil terkikik.

“Iya Git, jangan-jangan itu cuma halusinasi aja,” timpal Shafina.
Gita pura-pura merengut sambil berucap “Pendengaranku masih normal dan aku nggak bakalan cerita kalau tahu reaksi kalian begini”.

“Bukan begitu Git, Kalau benar Qori naksir kamu, kok bisa tenang-tenang aja sih?” kata Intan dan Shafina.

Ruth mencoba menengahi. “Kan Qori sendiri yang bilang dia sengaja jaga jarak biar surprise”.
“Udah deh, pokoknya mulai besok akan bakal jadi cewek paling bahagia di dunia,” ujar Gita tersenyum bahagia.

Keesokan harinya, bel rumah berbunyi. Dengan ceria Gita menghambur ke pintu, tapi ternyata yang datang Kak Adi, pacarnya mbak Enes. Keduanya lalu pergi, sementara Mama dan Papanya sudah berangkat ke acara resepsi. Di rumah hanya ada Gita dan mbak Tami.

Gita mulai tidang sabar. SEdari tadi sohib-sohibnya terus menelpon dan membuatnya tambah be te.

“Gita bangaun! Kok ketiduran di sini?” suara Mamanya terdengar sayup. Gita membuka matanya, ternyata Mama dan Papanya sudah pulang.

“O ya, Qori! Astaga, setengah sepuluh malam”Gita melonjak. Ternyata Qori tidak datang dari tadi. Gita mulai kebingungan.

Gita akhirnya ikut ajakan orang tuanya untuk mencari makan malam di luar.
“O ya Gita. Mama lupa cerita tentang cucunya Bu Nanda, padahal sudah sebulan lo. Kapan-kapan kamu main ke sana ya?” tiba-tiba Mamanya bercerita. Gita cuma mengangguk tanpa semangat.

Ketika melewati rumah Bu Nanda, Gita melihat seorang gadis cantik lekuar dari rumah diikuti seorang cowok. “Oh my god”, Gita terkejut bukan main. Berkali-kali dikedipkan matanya, berharap yang dilihatnya itu orang lain. Tapi sia-sia, cowok itu benar-benar Qori. Mereka berdua kelihatan akrab sekali.

Dengan gemetar Gita bertanya pada Mamanya, “siapa nama gadis itu Ma?
“Kebetulan namanya sama dengan kamu .... Gita,” jawab Mamanya.
Gita terkulai menyadari impiannya hancur oleh kebodohannya sendiri. Seharusnya ia mendengarkan ucapan sohibnya. Dan celakanya Gita terlanjur begitu berharap. Dia merasa marah, kecewa dan ... malu sekali.

ARTIKEL REMAJA MASA KINI DAN MASA DEPAN

Prilaku Hubungan Sosial dan Solidaritas Antar Teman pada Prilaku Gaya Hidup Remaja
Pada masa remaja, terdapat banyak hal baru yang terjadi, dan biasanya lebih bersifat menggairahkan, karena hal baru yang mereka alami merupakan tanda-tanda menuju kedewasaan. Dari masalah yang timbul akibat pergaulan, keingin tahuan tentang asmara dan seks, hingga masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar remaja.Hal-hal yang terakhir ini biasanya terjadi karena banyak faktor, tetapi berdasarkan penelitian, jumlah yang terbesar adalah karena "tingginya" rasa solidaritas antar teman, pengakuan kelompok, atau ajang penunjukkan identitas diri. Masalah akan timbul pada saat remaja salah memilih arah dalam berkelompok.Banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu. Tetapi statement yang timbul akibat pernyataan yang stereotype dengan pernyataan diatas, membuat remaja pun merasa bahwa apa yang terjadi, apa yang mereka lakukan adalah suatu hal yang biasa dan wajar.Minat untuk berkelompok menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang remaja alami. Yang dimaksud di sini bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Atau yang biasa disebut geng. Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group.Demi kawan yang menjadi anggota kelompok ini, remaja bisa melakukan dan mengorbankan apa pun, dengan satu tujuan, Solidaritas. Geng, menjadi suatu wadah yang luar biasa apabila bisa mengarah terhadap hal yang positif. Tetapi terkadang solidaritas menjadi hal yang bersifat semu, buta dan destruktif, yang pada akhirnya merusak arti dari solidaritas itu sendiri.Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.Secara individual, remaja sering merasa tidak nyaman dalam melakukan apa yang dituntutkan pada dirinya. Namun, karena besarnya tekanan atau besarnya keinginan untuk diakui, ketidak berdayaan untuk meninggalkan kelompok, dan ketidak mampuan untuk mengatakan "tidak", membuat segala tuntutan yang diberikan kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama kelamaan prilaku ini menjadi kebiasaan, dan melekat sebagai suatu karakter yang diwujudkan dalam berbagai prilaku negatif.Kelompok atau teman sebaya memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup remaja. Jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang penuh dengan "energi negatif" seperti yang terurai di atas, segala bentuk sikap, perilaku, dan tujuan hidup remaja menjadi negatif. Sebaliknya, jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang selalu menyebarkan "energi positif", yaitu sebuah kelompok yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan peluang untuk mengaktualisasikan diri secara positif kepada semua anggotanya, remaja juga akan memiliki sikap yang positif. Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang remaja lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata "kenakalan remaja" yang dialamatkan kepada remaja. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Remaja juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa membuat mereka stres.Secara teori diatas, remaja akan menjadi pribadi yang diinginkan masyarakat. Tetapi tentu saja hal ini tidak dapat hanya dibebankan pada kelompok ataupun geng yang dimiliki remaja. Karena remaja merupakan individu yang bebas dan masing-masing tentu memiliki keunikan karakter bawaan dari keluarga. Banyak faktor yang juga dapat memicu hal buruk terjadi pada remaja.Seperti yang telah diuraikan diatas, kelompok remaja merupakan sekelompok remaja dengan nilai, keinginan dan nasib yang sama. Contoh, banyak sorotan yang dilakukan publik terhadap kelompok remaja yang merupakan kumpulan anak dari keluarga broken home. Kekerasan yang telah mereka alami sejak masa kecil, trauma mendalam dari perpecahan keluarga, akan kembali menjadi pencetus kenakalan dan kebrutalan remaja.Tetapi, masa remaja memang merupakan masa dimana seseorang belajar bersosialisasi dengan sebayanya secara lebih mendalam dan dengan itu pula mereka mendapatkan jati diri dari apa yang mereka inginkan.Hingga, terlepas dari itu semua, remaja merupakan masa yang indah dalam hidup manusia, dan dalam masa yang akan datang, akan menjadikan masa remaja merupakan tempat untuk memacu landasan dalam menggapai kedewasaan.